Jakarta — Fraksi PDI Perjuangan melalui Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menyoroti layanan arus mudik Lebaran 2026 yang dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pengelolaan transportasi dan keselamatan pemudik.
Sofwan menilai tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik belum sepenuhnya diimbangi dengan kualitas layanan transportasi yang memadai.
Hal ini terlihat dari dominasi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, yang masih menjadi pilihan utama masyarakat.
“Pengelolaan arus mudik kita masih menghadapi tantangan besar, salah satunya tingginya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi,” ujar Sofwan, Selasa (24/3/2026).
Ia mengungkapkan, jumlah pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Besarnya angka tersebut, menurutnya, membutuhkan sistem transportasi yang lebih terencana dan terintegrasi agar tidak menimbulkan kepadatan serta risiko kecelakaan di jalur mudik.
Meski fenomena mudik juga terjadi di berbagai negara, Sofwan menilai Indonesia perlu berbenah untuk meningkatkan kualitas layanan.
Ia mencontohkan tradisi “chunyun” di China sebagai salah satu model pengelolaan mobilitas masyarakat dalam skala besar.
Menurutnya, peningkatan layanan transportasi publik menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
“Masyarakat akan beralih jika transportasi publik aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya konektivitas antar moda transportasi. Integrasi antara terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara dinilai dapat mempermudah perjalanan pemudik dan membuat sistem transportasi lebih efisien.
Dari sisi keselamatan, Sofwan juga mengingatkan risiko tinggi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh.
Ia mendorong adanya edukasi yang lebih masif kepada masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan selama mudik.
Tak hanya itu, ia meminta pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan mudik setiap tahun. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memperbaiki layanan dan memastikan arus mudik berjalan lebih aman dan lancar.
Dengan berbagai perbaikan tersebut, Sofwan berharap pengelolaan arus mudik di Indonesia ke depan dapat semakin optimal, efisien, serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

















