JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung secara tertutup tersebut berjalan selama lebih dari dua jam dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
“Ibu Megawati menyampaikan kepada saya bahwa itu adalah pertemuan teman lama dan berlangsung secara akrab selama lebih dari dua jam,” ujar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam keterangan pers.
Bahas Isu Strategis dan Geopolitik
Hasto mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut kedua tokoh membahas berbagai isu strategis terkait persoalan bangsa dan negara, termasuk dinamika geopolitik global.
Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah pengalaman Megawati dalam menangani krisis multidimensional saat menjabat sebagai Presiden RI.
“Pengalaman Ibu Megawati yang sangat luas, terutama dalam menyelesaikan krisis multidimensional, termasuk pendekatan kebijakan yang menekankan sense of priority dan sense of urgency, turut dibahas,” jelasnya.
Soroti Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Selain itu, pembahasan juga mencakup arah politik luar negeri Indonesia yang mengusung prinsip bebas aktif.
Megawati turut berbagi pengalaman kunjungannya ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, serta pandangannya terkait peran Indonesia dalam percaturan global.
Diskusi juga menyinggung sejarah peran Indonesia dalam forum internasional seperti Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok, sebagai bagian dari kontribusi dalam membangun tatanan dunia.
Silaturahmi Jelang Lebaran
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi antarpemimpin bangsa menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
“Pada hari ke-29 Ramadan menjelang Idulfitri, saya menerima Presiden ke-5 RI, Ibu Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka,” tulis Prabowo melalui akun media sosialnya.
Pertemuan berlangsung hangat, di mana keduanya tampak duduk berdampingan dalam satu sofa dan berbincang santai.
Megawati hadir bersama Ketua DPR RI Puan Maharani, dan disambut sejumlah pejabat, di antaranya Sufmi Dasco Ahmad, Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Untuk Kepentingan Bangsa
Hasto menegaskan, pertemuan tersebut tidak sekadar dialog biasa, melainkan bagian dari upaya menjaga komunikasi dan semangat gotong royong antarpemimpin bangsa.
“Pertemuan ini selain sesuai dengan kultur bangsa untuk bermusyawarah, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.(bar)

















