Jakarta — Komisi IX DPR RI menjadwalkan pemanggilan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (13/4/2026) untuk membahas pengadaan puluhan ribu motor listrik yang akan digunakan dalam operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Agenda tersebut menjadi sorotan, terutama dari Fraksi PDI Perjuangan, yang menilai penggunaan anggaran dalam program tersebut harus fokus pada perbaikan gizi anak Indonesia.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengatakan pihaknya akan mengundang BGN bersama sejumlah instansi lain untuk meminta penjelasan terkait pengadaan kendaraan operasional tersebut.
“Senin besok kami akan mengundang BGN bersama dengan beberapa instansi lain,” ujar politisi PDI Perjuangan dari Dapil DKI III tersebut.
Menurut Charles, pihaknya terkejut dengan beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan kedatangan puluhan ribu motor listrik untuk program tersebut.
Ia menilai langkah pengadaan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Ia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis pada dasarnya bertujuan memperbaiki kondisi gizi anak-anak Indonesia.
Untuk itu ia menegaskan agar penggunaan anggaran negara seharusnya difokuskan kepada pencapaian tujuan utama program tersebut.
“Program ini tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kondisi gizi anak Indonesia sehingga penggunaan anggaran harus fokus untuk tujuan utama itu,” katanya.
Charles juga mengungkapkan bahwa pengadaan motor listrik tersebut tidak pernah dikonsultasikan kepada DPR sebelumnya.
Hal itu membuat Komisi IX merasa perlu meminta penjelasan langsung dari BGN terkait dasar dan urgensi pengadaan tersebut.
“Kami mau menanyakan nanti tujuannya apa, urgensinya apa, dan dasar pengadaan itu seperti apa?” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, membantah informasi yang menyebutkan pengadaan motor listrik mencapai 70 ribu unit.
Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut tidak benar. Realisasi pengadaan yang dilakukan BGN, kata dia, hanya sebanyak 21.801 unit dari rencana awal 25.644 unit.

















