Jakarta — PDI Perjuangan berduka atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon memicu respons politik.
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bersama jajaran partai, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Praka Farizal Rhomadhon.
Melalui Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, Megawati disebut telah menginstruksikan seluruh kader partai untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum, termasuk mendorong negara memberikan hak-hak khusus kepada keluarga korban.
“Ibu Megawati Soekarnoputri telah memberi instruksi kepada seluruh jajaran PDI Perjuangan untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum, serta mengusulkan kepada negara untuk memberikan kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, dan masa depan pendidikan anaknya,” kata Basarah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/3).
Tak hanya itu, PDIP juga memastikan dukungan konkret kepada keluarga almarhum melalui gotong royong internal partai.
“PDI Perjuangan menyampaikan penghormatan tertinggi-tingginya kepada prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas mulia penjaga misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan pada tanggal 29 Maret 2026. Secara tegas TNI menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab,” ucapnya.
Menurut Basarah, prajurit yang gugur merupakan simbol nyata pengabdian bangsa dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Kontingen Garuda selama puluhan tahun telah menjadi bukti kontribusi Indonesia dalam misi kemanusiaan global.
Di sisi lain, PDIP mengecam keras serangan yang menyebabkan jatuhnya korban di kalangan pasukan penjaga perdamaian.
Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Partai berlambang banteng itu juga mendukung penuh langkah investigasi independen oleh UNIFIL serta mendesak hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik internasional.
Selain itu, PDIP mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam melindungi pasukan perdamaian, termasuk memperkuat aturan keterlibatan atau rules of engagement agar lebih menjamin keselamatan prajurit di lapangan.
Basarah juga mengajak seluruh elemen politik nasional bersatu demi menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur serta memastikan perlindungan terhadap lebih dari seribu personel Indonesia yang masih bertugas di Lebanon.
“Semoga almarhum Praka Farizal Rhomadhon mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutur Basarah. (dhl)

















