JAKARTA – Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI mendorong pemerintah memperkuat diversifikasi pangan serta mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air sebagai langkah strategis menghadapi puncak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, mengingatkan pemerintah agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino.
Menurutnya, antisipasi tidak cukup hanya berorientasi pada ketersediaan stok beras nasional, tetapi juga harus menjamin keberlangsungan produksi pangan secara menyeluruh.
Rokhmin mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi kurangnya kesiapsiagaan seperti yang terjadi saat El Nino 2023-2024.
Ia menilai pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran karena berdampak pada penurunan produksi pangan dan meningkatnya impor beras, sehingga langkah mitigasi perlu disiapkan lebih matang.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada produksi beras, tetapi juga mencakup jagung, kedelai, hortikultura, sayuran, buah-buahan hingga sektor peternakan. Karena itu, dampak El Nino terhadap seluruh komoditas pangan harus ditekan seminimal mungkin.
Rokhmin juga mendorong perubahan paradigma ketahanan pangan yang selama ini terlalu berfokus pada beras. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat diversifikasi pangan berbasis potensi lokal dengan mengembangkan komoditas seperti sagu, ubi, talas, sorgum, dan jagung sebagai sumber karbohidrat alternatif melalui gerakan nasional yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan infrastruktur sumber daya air sebagai bagian dari mitigasi menghadapi El Nino.
Menurutnya, pembangunan embung, pemanenan air hujan, perbaikan jaringan irigasi, serta pompanisasi di wilayah rawan kekeringan harus dipercepat karena informasi prakiraan El Nino telah disampaikan BMKG sejak April.
Rokhmin menilai kesiapan infrastruktur pendukung masih menjadi pekerjaan yang harus segera dituntaskan sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.
Ia juga menyoroti perlunya peningkatan koordinasi antarkementerian serta antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar langkah mitigasi berjalan lebih efektif.
Di sisi lain, pemerintah daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan didorong segera menetapkan status siaga atau darurat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat melalui dukungan anggaran dan sumber daya yang memadai.
Rokhmin menegaskan, kesiapan menghadapi El Nino bertujuan menjaga keberlangsungan produksi pangan, memperlancar distribusi, serta melindungi masyarakat dari ancaman krisis pangan akibat cuaca ekstrem, bukan semata-mata menjaga ketersediaan stok beras nasional.















