Mengisi 81 Tahun Kemerdekaan dengan Persatuan, Karya, dan Pengabdian
Oleh: Apriliani Puspitawati, S.I.Kom – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kendari
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.” — Bung Karno
Tanggal 17 Agustus selalu menghadirkan getaran kebangsaan dalam hati setiap anak Indonesia. Hari itu bukan sekadar mengenang pembacaan teks Proklamasi oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada tahun 1945, melainkan momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana kita mengisi kemerdekaan yang diwariskan dengan begitu banyak pengorbanan?
Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka adalah perjalanan panjang sebuah bangsa yang terus belajar, bertumbuh, dan berjuang. Kita menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari persoalan ekonomi, perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga dinamika global yang semakin kompleks. Namun di atas semua itu, bangsa Indonesia tetap berdiri kokoh karena memiliki fondasi yang tidak pernah lekang oleh waktu: persatuan dan gotong royong.
Bung Karno pernah mengingatkan bahwa apabila Pancasila diperas menjadi satu nilai yang paling hakiki, maka sari pati itu adalah gotong royong. Bagi Proklamator Bangsa, gotong royong bukan sekadar budaya saling membantu, melainkan cara pandang dalam membangun negara. Negara harus hadir untuk semua, pembangunan harus dinikmati semua, dan kemajuan hanya dapat dicapai apabila seluruh anak bangsa berjalan bersama.
Pemikiran Bung Karno itu tetap relevan hingga hari ini
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, bangsa kita sering dihadapkan pada berbagai perbedaan. Perbedaan pilihan politik, latar belakang sosial, maupun pandangan hidup adalah sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Namun, jangan pernah kita biarkan perbedaan berubah menjadi perpecahan. Sebab sejarah telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia selalu menjadi kuat ketika mampu mengedepankan persatuan di atas segala kepentingan.
Sebagai partai yang lahir dari rahim perjuangan rakyat dan menjadikan ajaran Bung Karno sebagai napas perjuangan, PDI Perjuangan meyakini bahwa politik sejatinya adalah jalan pengabdian. Politik harus menghadirkan harapan, melindungi rakyat kecil, memperjuangkan keadilan sosial, dan memastikan setiap kebijakan negara berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Karena itulah, pengabdian kepada rakyat tidak boleh berhenti hanya pada kata-kata. Pengabdian harus hadir dalam tindakan nyata: mendengar aspirasi masyarakat, memperjuangkan pembangunan yang merata, membantu warga yang membutuhkan, memperkuat pendidikan, mendorong pelayanan kesehatan yang lebih baik, hingga memastikan setiap keluarga memiliki kesempatan untuk hidup lebih sejahtera.
Semangat itulah yang terus kami jalankan bersama seluruh kader PDI Perjuangan di Kota Kendari. Kami percaya bahwa kekuatan partai bukan terletak pada besarnya organisasi semata, melainkan pada kedekatannya dengan rakyat. Ketika rakyat tersenyum karena merasakan manfaat perjuangan, di situlah politik menemukan makna sejatinya.
Bung Karno juga mengajarkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya pada kekuatan dirinya sendiri. Gagasan ini kemudian dikenal sebagai Trisakti, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Nilai-nilai tersebut tetap menjadi kompas moral dalam menghadapi tantangan Indonesia masa kini. Kemajuan tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri, dan pembangunan tidak boleh meninggalkan rakyat kecil.
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat optimisme. Kita memiliki sumber daya yang besar, generasi muda yang kreatif, masyarakat yang pekerja keras, serta budaya gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa. Semua modal itu akan menjadi energi besar apabila dipersatukan dalam semangat kebangsaan.
Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Kota Kendari dan seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, serta memperkuat budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang keberanian membangun masa depan yang lebih baik.
Tema yang kita gaungkan pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun ini merupakan ajakan bagi kita semua:
“Mari Terus Bersatu, Berkarya, dan Melangkah Bersama untuk Indonesia yang Semakin Maju, Kuat, dan Sejahtera.”
Mari kita jadikan semangat persatuan sebagai kekuatan. Mari kita jadikan karya sebagai bentuk cinta kepada bangsa. Mari kita jadikan gotong royong sebagai jalan menuju Indonesia yang semakin adil dan makmur.
Sebab sebagaimana pesan Bung Karno, perjuangan belum selesai. Tugas setiap generasi bukan lagi merebut kemerdekaan, melainkan mengisinya dengan kerja, pengabdian, dan keberanian untuk selalu berpihak kepada rakyat.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka!
Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!
(*)

















