Oleh: Apriliani Puspitawati, S.I.Kom – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kendari

OPINI — Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Lebih dari itu, Maulid adalah ruang bagi kita untuk kembali merenungkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, keadilan, kepedulian, dan keberpihakan kepada sesama.
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berubah, nilai-nilai tersebut justru semakin penting untuk kita rawat. Sebab, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa kuat rasa kepedulian dan kebersamaan tumbuh di tengah masyarakat.
Rasulullah Muhammad SAW memberikan teladan bahwa kepemimpinan harus hadir untuk melayani. Kepedulian kepada kaum yang lemah, perhatian kepada tetangga, penghormatan kepada sesama, serta semangat membangun persaudaraan merupakan bagian penting dari ajaran yang beliau wariskan.
Nilai-nilai itulah yang menurut saya memiliki hubungan erat dengan semangat kerakyatan.
Kerakyatan bukan sekadar sebuah gagasan politik. Kerakyatan harus diwujudkan dalam tindakan nyata: mendengar suara masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, hadir ketika masyarakat membutuhkan, dan bekerja bersama untuk mencari jalan keluar.
Di lingkungan kita sendiri, semangat tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Saling membantu ketika ada warga yang mengalami kesulitan, menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan anak-anak dan generasi muda, mendukung kegiatan sosial, serta membangun budaya gotong royong adalah bentuk nyata bagaimana nilai kemanusiaan dan kepedulian diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Maulid Nabi juga mengingatkan kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Kota Kendari adalah rumah bersama bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, persaudaraan, toleransi, dan gotong royong harus terus menjadi kekuatan dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
Sebagai bagian dari masyarakat dan sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kendari, saya meyakini bahwa politik harus kembali pada tujuan utamanya: menghadirkan kemanfaatan bagi rakyat.
Politik yang dekat dengan rakyat adalah politik yang mau mendengar. Politik yang bekerja untuk rakyat adalah politik yang tidak berhenti pada kata-kata, tetapi hadir dalam kerja nyata. Dan politik yang berkeadaban adalah politik yang tetap menjunjung nilai kemanusiaan, persaudaraan, serta penghormatan kepada setiap warga.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperkuat kembali nilai-nilai tersebut.
Mari kita jadikan keteladanan Rasulullah sebagai inspirasi untuk membangun Kendari yang semakin peduli, semakin gotong royong, dan semakin kuat rasa persaudaraannya.
Dari Maulid Nabi, mari kita rawat semangat kerakyatan.
Sebab pada akhirnya, keberpihakan kepada rakyat bukan hanya tentang apa yang kita ucapkan, tetapi tentang seberapa jauh kita bersedia hadir, mendengar, dan bekerja bersama rakyat.
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiulawal 1448 H, tanggal 25 Agustus 2026.
Semoga keteladanan Rasulullah senantiasa menjadi cahaya bagi kita dalam membangun kehidupan yang lebih adil, humanis, dan penuh kepedulian. (*)
Kendari, 25 Agustus 2026















