KUPANG — PDI Perjuangan memilih membeli kebutuhan bantuan korban gempa bumi Flores dari warga dan pelaku usaha di daerah terdampak. Langkah ini dilakukan agar bantuan lebih cepat diterima sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di wilayah yang terkena bencana.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Pusat, Tri Rismaharini mengatakan, kebutuhan bantuan tidak seluruhnya dibawa dari Jakarta.
Menurut Risma, barang-barang yang tersedia di daerah dibeli langsung untuk kemudian disalurkan kepada korban gempa. Cara tersebut dinilai lebih cepat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Kami memilih membeli barang-barang di daerah untuk membantu korban gempa bumi di Flores selain agar bisa cepat sampai kepada korban dan mereka bisa tenang, juga agar ekonomi di daerah bencana tetap bergerak,” kata Tri Rismaharini seperti dikutip dari video unggahan akun RealitaNTT.com.
PDI Perjuangan bergerak cepat setelah gempa mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sehari setelah bencana, Minggu, 16 Agustus 2026, tim DPP PDI Perjuangan yang dipimpin Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo dan Ribka Tjiptaning tiba di Flores.
Bersama tim PDI Perjuangan di daerah, mereka kemudian menyebar ke sejumlah pusat bencana untuk menyalurkan bantuan kepada korban.
Risma mengatakan bantuan yang dibeli di daerah diprioritaskan untuk kebutuhan pokok. Di antaranya sembako untuk kebutuhan dapur umum maupun masyarakat yang menjalankan dapur umum secara mandiri.
“Bantuan sudah kami minta untuk membeli minimal sembako, untuk kebutuhan dapur umum maupun masyarakat yang dapur umum mandiri,” ujarnya.
Pembelian dan penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah wilayah. Di antaranya Sikka, termasuk Kepulauan Palue, Ende, Ngada dan Nagekeo.
Risma menyebut kebutuhan bantuan di Nagekeo bahkan telah selesai pada hari pertama.
Meski mengutamakan pembelian di daerah, terdapat sejumlah kebutuhan yang dikirim dari Jakarta karena tidak tersedia di wilayah terdampak.
Beberapa di antaranya tenda yang diminta DPC PDI Perjuangan di kabupaten-kabupaten. DPP PDI Perjuangan juga mengirim lampu solar cell setelah terjadi pemadaman listrik pada hari pertama.
“Jadi kalau terjadi apa-apa, maka listrik masih tetap bisa menyala. Itu akan membantu masyarakat untuk evakuasi maupun persiapan dapur umum,” kata Risma.
Untuk memperlancar koordinasi dan distribusi bantuan, DPP PDI Perjuangan juga memanfaatkan kantor-kantor DPC sebagai posko penanganan korban gempa di Flores.
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari Suster Maria Dolorosa Misericordia dari Klinik Panti Nirmala, Manggarai, Flores.
Ia mengatakan bantuan PDI Perjuangan cepat diterima dan sesuai dengan kebutuhan korban, termasuk obat-obatan.
“Klinik ini kekurang obat karena jalan terputus. Karena gempa berkali-kali maka pasien ditempatkan di luar, bukan di ruangan,” ujar Suster Maria.
Ia juga menyebut terdapat seorang ibu yang melahirkan di ambulans karena gempa terus terjadi.
Suster Maria kemudian menyampaikan terima kasih kepada tim PDI Perjuangan yang datang membawa bantuan obat-obatan ke klinik tersebut.















