JAKARTA – PDI Perjuangan menyoroti temuan narkotika, ratusan keping VCD bermuatan pornografi, dan ratusan senjata api di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, partai meminta aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas kasus tersebut karena dinilai sangat serius dan menyangkut keamanan negara sekaligus keselamatan masyarakat.
TB Hasanuddin menegaskan aparat tidak boleh berhenti pada penyitaan barang bukti semata. Menurutnya, penyidik harus mengungkap asal-usul seluruh senjata api dan narkotika, serta menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam kepemilikan maupun penyimpanannya.
“Kasus ini harus diusut hingga tuntas. Aparat perlu mengungkap dari mana senjata api itu berasal, bagaimana bisa tersimpan di lingkungan sekolah, dari mana narkotika diperoleh, serta siapa saja yang bertanggung jawab. Semua pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum,” kata TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Sebelumnya, sebanyak 995 pucuk senjata api ditemukan di ruangan mantan Ketua Yayasan sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu (5/8/2026).
Selain senjata api, aparat juga menemukan narkotika jenis sabu dan ganja serta ratusan keping VCD bermuatan pornografi.
Jenis senjata yang ditemukan antara lain berkaliber 5,56 mm, .40, 9 mm, .22, serta karabin M4 dan Walther. Polisi juga mengamankan magazen Glock dan 30 butir amunisi.
TB Hasanuddin menilai kepemilikan ratusan senjata api oleh pihak sipil tidak dapat dianggap sebagai hal yang biasa.
“Kepemilikan ratusan senjata api oleh pihak sipil tidak dapat dianggap sebagai hal yang biasa. Sebanyak 995 pucuk senjata api bukanlah jumlah yang sedikit,” ujarnya.
Ia mengatakan kepemilikan senjata dalam jumlah sebesar itu mengindikasikan adanya prosedur yang diduga telah dilanggar.
“Karena tidak mungkin seseorang secara sah memiliki senjata dalam jumlah sebesar itu,” jelas Mayjen (Purn) TNI tersebut.
Hampir seribu senjata api itu ditemukan di ruang tersembunyi menyerupai bunker di bawah bangunan sekolah yang diduga dibuat mantan Kepala Pengurus Yayasan berinisial IWD. Pihak sekolah juga menyebut masih terdapat satu bunker lain yang hingga kini belum berhasil dibuka.
Polisi masih mendalami temuan tersebut. Ratusan senjata api yang telah diamankan dititipkan di Polda Metro Jaya, sementara penyelidikan terhadap kepemilikan senjata dan barang berbahaya itu terus berlangsung.
Menurut pihak sekolah, kunci gudang tempat ditemukannya senjata api dan narkotika selama ini dipegang oleh IWD yang telah diberhentikan dari jabatannya pada April lalu.
Selain menelusuri asal-usul barang bukti, TB Hasanuddin juga meminta penyidik memeriksa pengurus yayasan dan pihak pengelola sekolah guna memastikan ada atau tidaknya pengetahuan maupun keterlibatan mereka terhadap keberadaan senjata api dan narkotika tersebut.
“Semua fakta harus dibuka secara transparan melalui proses penyelidikan dan penyidikan,” pungkasnya.















