SURABAYA – PDI Perjuangan mendorong program kerakyatan di sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui pengembangan benih unggul varietas MSP 65.
Menurut Hasto, varietas tersebut memiliki masa panen yang lebih singkat dengan kualitas beras yang pulen.
Program pengembangan benih itu dipimpin kader PDI Perjuangan, Sadarestuwati yang kini duduk di Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian.
Hasto menyampaikan hal tersebut saat merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengenai elektabilitas partai politik, Senin 10 Agustus 2026.
Ia menegaskan bahwa bagi PDI Perjuangan, elektabilitas bukan ukuran utama dalam berpolitik.
Partainya lebih menekankan kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya wong cilik.
Selain sektor pertanian, PDI Perjuangan juga mendorong anggota legislatif untuk mengoptimalkan program padat karya dan memperkuat pelatihan keterampilan guna meningkatkan produktivitas masyarakat.
Hasto juga meminta seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk bekerja lebih keras. Kebijakan yang dibuat di daerah, kata dia, harus benar-benar berpihak dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia mencontohkan Kota Surabaya yang dinilainya berhasil menerjemahkan narasi pembebasan dan keberpihakan kepada wong cilik melalui penataan ruang yang inklusif, penyediaan lapangan pekerjaan bagi warga kurang mampu, serta bantuan sosial yang diarahkan untuk pemberdayaan.
“Bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah Surabaya dirancang secara khusus untuk memberdayakan serta meningkatkan kemampuan produksi rakyat,” kata Hasto saat berdiskusi di rumah HOS Cokroaminoto di Peneleh, Surabaya.
Melalui berbagai program tersebut, Hasto mengatakan PDI Perjuangan memilih mengonsolidasikan kerja politik di akar rumput ketimbang sekadar memikirkan fluktuasi elektabilitas.
Sebelumnya, survei IPO menempatkan Partai Gerindra di posisi pertama dengan elektabilitas 17,5 persen, sedangkan PDI Perjuangan berada di posisi kedua dengan 12,8 persen.















