Kendari — Nama Apriliani Puspitawati semakin menguat sebagai salah satu figur rising leader di Sulawesi Tenggara. Inisiasinya dalam gelaran Barata Colour Run 2026 yang akan digelar pada 12 April mendatang menjadi penanda arah kepemimpinan yang tidak hanya progresif, tetapi juga membumi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini.
Di bawah kepemimpinannya, DPC PDI Perjuangan Kota Kendari tidak sekadar menjalankan agenda organisasi, melainkan menghadirkan gerakan sosial yang hidup—menggabungkan olahraga, hiburan, dan kepedulian dalam satu ruang kebersamaan yang inklusif.
“Barata Colour Run ini bukan sekadar event. Ini adalah gerakan energi rakyat—ruang di mana kebahagiaan, solidaritas, dan gotong royong bertemu,” ujar Apriliani.
Di tengah dinamika politik daerah, kemunculan Apriliani menghadirkan corak kepemimpinan yang berbeda. Ia dikenal sebagai figur yang tumbuh dari semangat perjuangan diri yang ditempa dalam aksi nyata bersama rakyat, bukan dari privilese kekuasaan.
Pendekatan ini membentuk karakter kepemimpinan yang lebih autentik—berbasis kerja lapangan, konsistensi gerakan, dan kedekatan langsung dengan masyarakat. Ia membangun legitimasi bukan dari simbol, tetapi dari kepercayaan yang lahir melalui pengalaman nyata rakyat.
“Kepercayaan adalah mata uang yang berlaku di mana saja. Karena itu, kerja nyata harus selalu menjadi dasar,” tegasnya.
Gaya kepemimpinan tersebut dinilai menjadi faktor yang membuatnya cepat diterima lintas kalangan, terutama generasi muda yang menginginkan figur pemimpin yang tidak berjarak dan mampu menghadirkan perubahan yang terasa.
Dukungan juga datang dari berbagai daerah. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bombana, Andi Muhammad Khaekal, menilai langkah yang dilakukan Apriliani sebagai refleksi kepemimpinan yang mampu menggerakkan energi kolektif masyarakat.
“Ini bukan event biasa. Ini adalah bentuk nyata bagaimana pemimpin hadir, menyatu, dan menggerakkan,” ujarnya.
Dengan konsep fun run yang dipadukan hiburan dan aksi sosial, Barata Colour Run 2026 diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan paling berpengaruh di Kota Kendari tahun ini.
Lebih jauh, momentum ini memperlihatkan bahwa kepemimpinan yang lahir dari proses yang ditempa oleh kerja nyata dan diuji di tengah masyarakat; memiliki daya tahan dan relevansi yang lebih kuat. Dalam konteks itu, Apriliani Puspitawati tidak hanya sedang mengelola kegiatan, tetapi sedang membangun fondasi kepemimpinan yang tumbuh bersama rakyat. (bar)

















