KENDARI — DPC PDI Perjuangan Kota Kendari secara resmi menutup Posko Peduli Banjir di kawasan terdampak banjir BTN Zelika, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Kamis malam (14/5/2026).
Penutupan posko dilakukan menyusul kondisi masyarakat yang mulai berangsur pulih dan kembali menjalani aktivitas normal pascabanjir yang melanda wilayah bantaran Sungai Wanggu beberapa hari terakhir.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kendari, Apriliani Puspitawati mengatakan penutupan posko menjadi tanda bahwa kehidupan masyarakat di lokasi terdampak mulai kembali berjalan seperti biasa.
“Alhamdulillah, warga sudah beraktivitas seperti biasa,” ujar Apriliani.
Selain posko bantuan, dapur umum yang sebelumnya dibuka di lokasi terdampak juga resmi ditutup. Menurut Apriliani, akses masyarakat kini sudah kembali normal, termasuk layanan transportasi daring yang sebelumnya tidak dapat masuk ke kawasan banjir.
“Masyarakat sudah bisa memesan makanan secara online dan ojek online juga sudah bisa masuk ke lokasi yang sebelumnya terdampak banjir,” katanya.
Sebelumnya, Apriliani bersama sejumlah pengurus PAC PDI Perjuangan Kota Kendari turun langsung meninjau lokasi banjir di kawasan BTN Zelika menggunakan perahu karet pada Selasa (12/5/2026). Saat itu, ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai leher orang dewasa.
Melihat kondisi permukiman warga yang sebagian sempat ditinggalkan penghuninya, DPC PDI Perjuangan Kota Kendari kemudian mendirikan Posko Peduli Banjir dan dapur umum untuk membantu masyarakat terdampak.
Program Posko Peduli Banjir tersebut disebut sebagai bagian dari program kerja kerakyatan PDI Perjuangan dalam membantu masyarakat saat menghadapi bencana maupun kondisi darurat lainnya. (bar)

















