SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan partainya memilih fokus mengonsolidasikan kerja politik di akar rumput dibandingkan menjadikan fluktuasi elektabilitas sebagai perhatian utama.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto saat merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO), Senin 10 Agustus 2026.
Dalam survei tersebut, PDI Perjuangan berada di posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen. Sementara Partai Gerindra menempati posisi pertama dengan elektabilitas 17,5 persen.
Hasto mengatakan, hasil survei elektabilitas apa pun bukanlah ukuran utama bagi PDI Perjuangan dalam berpolitik. Menurutnya, ukuran terpenting adalah kerja nyata kader yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama wong cilik.
Karena itu, PDI Perjuangan terus mendorong kepala daerah dari partai tersebut untuk bekerja lebih keras dan memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Hasto mencontohkan Kota Surabaya yang dinilainya berhasil menerjemahkan narasi pembebasan dan keberpihakan kepada wong cilik melalui penataan ruang yang inklusif, penyediaan lapangan pekerjaan bagi warga kurang mampu, serta bantuan sosial yang diarahkan pada pemberdayaan masyarakat.
“Bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah Surabaya dirancang secara khusus untuk memberdayakan serta meningkatkan kemampuan produksi rakyat,” kata Hasto saat berdiskusi di rumah HOS Cokroaminoto di Peneleh, Surabaya.
PDI Perjuangan juga menginstruksikan anggota legislatif agar lebih adaptif menghadapi tantangan fiskal yang ketat. Para legislator didorong mengoptimalkan program padat karya dan memperkuat pelatihan keterampilan, termasuk di sektor pertanian.
Hasto menyebut partainya juga mengembangkan benih unggul varietas MSP 65 yang memiliki masa panen lebih singkat dengan kualitas beras yang pulen. Program tersebut dipimpin kader PDI Perjuangan Sadarestuwati yang kini duduk di Komisi IV DPR RI.
Menurut Hasto, konsolidasi program kerakyatan tersebut menjadi pilihan PDI Perjuangan untuk memperkuat kerja politik di tengah masyarakat.















