SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk bekerja lebih keras dan memastikan setiap kebijakan berpihak kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Hasto saat merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengenai elektabilitas partai politik, Senin 10 Agustus 2026.
Menurut Hasto, hasil survei elektabilitas bukan ukuran utama bagi PDI Perjuangan dalam menjalankan politik.
Bagi partai, ukuran yang lebih penting adalah kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama wong cilik.
Hasto mencontohkan Kota Surabaya sebagai salah satu daerah yang dinilainya berhasil menjabarkan narasi pembebasan dan keberpihakan kepada wong cilik.
Menurutnya, keberpihakan tersebut diwujudkan melalui penataan ruang yang inklusif, penyediaan lapangan pekerjaan bagi warga kurang mampu, hingga bantuan sosial yang dirancang tidak hanya sebagai bantuan karitatif.
“Bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah Surabaya dirancang secara khusus untuk memberdayakan serta meningkatkan kemampuan produksi rakyat,” kata Hasto saat berdiskusi di rumah HOS Cokroaminoto di Peneleh, Surabaya.
Ia menegaskan, kebijakan yang dirumuskan kepala daerah dari PDI Perjuangan harus murni berpihak dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Tak hanya kepala daerah, PDI Perjuangan juga mendorong para anggota legislatif untuk lebih adaptif menghadapi tantangan fiskal yang ketat.
Para legislator diarahkan untuk mengoptimalkan program padat karya serta memperkuat pelatihan keterampilan guna mendongkrak produktivitas masyarakat, termasuk di sektor pertanian.
Di sektor pertanian, Hasto menyebut partainya telah mengembangkan benih unggul varietas MSP 65 yang memiliki masa panen lebih singkat dengan kualitas beras yang pulen.
Program tersebut dipimpin kader PDI Perjuangan Sadarestuwati yang kini duduk di Komisi IV DPR RI.
Hasto mengatakan, konsolidasi program kerakyatan menjadi fokus PDI Perjuangan untuk memperkuat kerja politik di akar rumput, dibandingkan hanya memikirkan perubahan angka elektabilitas.















