JAKARTA — PDI Perjuangan resmi meluncurkan gerakan intelektual progresif bertajuk Public Pulse 28 di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Inisiatif ini dihadirkan sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan gagasan, imajinasi, dan kepemimpinan politik dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan Public Pulse 28 lahir dari keyakinan bahwa perubahan besar selalu diawali oleh keberanian anak muda dalam melahirkan ide-ide baru.
“Di Sekolah Partai ini seluruh ide dan gagasan, suatu imajinasi tentang masa depan, dibuka seluas-luasnya dengan mengambil spirit dari para tokoh pejuang bangsa, Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, Tan Malaka, dan begitu banyak tokoh yang menginspirasi bagi kita semuanya,” ujar Hasto.
Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa kaum muda memiliki peran sentral dalam menentukan arah perjalanan bangsa. Ia mencontohkan sosok Wage Rudolf Supratman yang pada usia 25 tahun berhasil mempersatukan semangat kebangsaan melalui lagu Indonesia Raya, meski Indonesia saat itu masih berada di bawah penjajahan Belanda.
Hasto juga mengingatkan bagaimana Bung Karno pada usia 26 tahun mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927. Langkah tersebut, menurutnya, menjadi salah satu fondasi yang menginspirasi lahirnya Sumpah Pemuda pada 1928.
“Bagaimana kita bisa menghancurkan kekuatan kolonialisme yang saat itu terbesar di muka bumi? Itu dimulai dengan ide dan imajinasi anak muda. Bung Karno pada usia 26 tahun mendirikan PNI karena terinspirasi oleh spirit kemerdekaan Amerika Serikat melawan Inggris. PNI inilah yang menginspirasi lahirnya Sumpah Pemuda,” katanya.
Hasto menegaskan bahwa berbagai perubahan besar dalam sejarah dunia juga lahir dari keberanian segelintir intelektual muda yang mampu menguji gagasan mereka di tengah masyarakat.
Ia mencontohkan Revolusi Prancis yang dipelopori oleh sejumlah pemikir besar hingga berhasil mengubah tatanan dunia dari dominasi feodalisme.
Melalui Public Pulse 28, Hasto berharap akan lahir generasi pemimpin intelektual baru yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa sekaligus membawa Indonesia menjadi lebih maju.
“Revolusi Prancis hanya dilakukan oleh beberapa orang dengan tiga orang intelektual utama, dan mampu mengubah dunia dari hegemoni feodalisme. Di sini ada 28 orang berkumpul melalui Public Pulse, mari kita ubah Indonesia dan dunia dari kekuatan pemikiran anak-anak muda ini,” pungkasnya. (bar)

















